Datang Dara, Hilang Dara
"Dara, dara yang sendiri
Berani mengembara
Mencari di pantai senja,
Dara, ayo pulang saja, dara!"
"Tidak, aku tidak mau!"
Biar angin malam menderu
Menyapu pasir, menyapu gelombang
Dan sejenak pula halus menyisir rambutku
Aku mengembara sampai menemu."
"Dara, rambutku lepas teruari
Apa yang kau cari,
Di laut dingin di asing pantai,
Dara, pulang! Pulang!"
"Tidak, aku tidak mau!
Biar aku berlagu, laut dingin juga berlagu
Padaku sampai ke kalbu
Turut serta bintang-bintang, turut serta bayu,
Bernyanyi dara dengan kebebasan lagu."
"Dara, dara, anak berani
Awan hitam mendung mau datang menutup
Nanti semua gelap, kau hilang jalan
Ayo pulang, pulang, pulang."
"Heeyaa! Liat aku menari di muka laut
Aku jadi elang sekarang, membelah-belah gelombang
Ketika senja pasang, ketika pantai hilang,
Aku melenggang, ke kiri ke kanan
Ke kiri, ke kanan, aku melenggang."
"Dengarlah, laut mau mengamuk
Ayo pulang, Pulang dara,
Lihat, gelombang membuas berkejaran
Ayo pulang! Ayo pulang."
"Gelombang tidak mau menelan aku
Aku sendiri getaran yang jadikan gelombang,
Kedahsyatan air pasang, ketenangan air tenang
Atap kepalaku hilang di bawah busah dan lumut."
"Dara, di mana kau, dara
Mana, mana lagumu?
Mana, mana, kekaburan ramping tubuhmu?
Mana, mana daraku berani?
Malam kelam mencat hitam bintang-bintang
Tidak ada sinar, laut tidak ada cahaya
Di pantai, di senja tidak ada dara
Tidak ada dara, tidak ada, tidak-
-Hsu Chih-Mo
diterjemahkan oleh Chairil Anwar dari puisi berjudul A Song of The Sea