Musim Gugur
Tuhan: sampai waktu. Musim panas begitu megah
Lindungkan bayangmu pada jarum hari
dan atas padang anginmu lepaslah.
Titahkan buahan penghabisan biar matang
beri padanya dua hari dari selatan lagi
Desakkan mereka ke kemurnian dan buru jadi
gula penghabisan dalam anggur yang garang.
Yang kini tidak berumah, tidaklah menegak tiang
Yang kini sendiri, 'kan lama tinggal sendiri,
'kan berjaga, membaca, menyurut panjang sekali,
dan akan pulang balik melalui gang
berjalan gelisah, jika daunan mengalun pergi.
-R. M. Rilke
diterjemahkan oleh Chairil Anwar dari puisi berjudul Herbsttag